Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Bentuk Cinta kepada NU, RSI Unisma Gelar Khitan Gratis

Bentuk Cinta kepada NU, RSI Unisma Gelar Khitan Gratis
Khitanan massal di RSI Unisma dengan menaati protokol kesehatan. (Foto: NOJ/Ist)
Khitanan massal di RSI Unisma dengan menaati protokol kesehatan. (Foto: NOJ/Ist)

Malang, NU Online Jatim

Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) memeriahkan hari lahir ke-98 Nahdlatul Ulama (NU) dengan khitan gratis. Karena perayaan bersamaan dengan pandemi Covid-19, maka tidak lepas dari protokol kesehatan.

 

Dokter Hardadi mengatakan, khitan gratis adalah bentuk cinta kepada ulama-ulama NU yang telah banyak memberikan jasanya sampai sekarang. Selain itu, acara tersebut juga salah satu cara meneladani kebaikan-kebaikan para pejuang Ahlusunnah wal Jama'ah.

 

“Ini untuk memperingati hari lahirnya Nadhlatul Ulama yang ke-98. Sebagai bentuk cinta kami kepada Nahdlatul Ulama dan kepada para ulama yang telah melakukan resolusi jihad pada tahun 1936 itu, dan kami sebagai penerusnya dan ikut menjaga marwah dari Ahlussunah wal Jama'ah untuk tetap ada, hidup di kehidupan kita keseharian salah satunya adalah melakukan khitanan massal ini,” tutur dokter Hardadi saat diwawancari di RSI Unisma, Sabtu (27/02/2021).

 

Wakil Direktur 1 RSI Unisma ini menambahkan, tujuan awal khitan gratis untuk kalangan tidak mampu dan warga sekitar RSI Unisma. Namun sehari setelah pengumuman disebarkan, ternyata peminatnya lumayan banyak.

 

“Pada awalnya sasarannya masyarakat sekitar RSI Unisma yang kurang mampu, dan di mana mereka juga menjadi pasien di rumah sakit ini. Tetapi ternyata animo yang begitu besar dari Nahdiyin maupun yang bukan, ketika dibuka satu hari saja yang mendaftar sekitar 150 orang,” terang dokter RSI Unisma tersebut.

 

Selain itu, pada acara ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan RSI Unisma juga memiliki peraturan sendiri yang berjumlah tujuh tata tertib. 

 

“Karena itu kami melakukan khitanan massal tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan dan RSI punya tujuh M yang menjadi dasar untuk melakukan protokol kesehatan," tutur dokter Hardadi.

 

Dijelaskannya bahwa acara ini dalam rangka Harlah ke-98 NU yang memiliki harapan. Selain menemukan tatacara melakukan acara di tengah pandemi, juga sebagai bukti tanda rindu terhadap acara yang diperuntukkan untuk kebaikan masyarakat.

 

“Yang pertama, harapan kita itu, bisa menemukan SOP melakukan langkah melaksanakan khitanan yang melibatkan orang banyak, tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan. Yang kedua adalah kami sangat rindu sekali untuk melakukan bakti untuk umat ini,” harapnya.

 

Editor: Risma Savhira 

 

Iklan promosi NU Online Jatim