Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Imam Fadli, Mantan Aktivis IPNU Kini Jadi Wakil Rakyat

Imam Fadli, Mantan Aktivis IPNU Kini Jadi Wakil Rakyat
Imam Fadli, Anggota DPRD Lamongan. (Foto: NOJ/ Titik Nur Ma'rufah)
Imam Fadli, Anggota DPRD Lamongan. (Foto: NOJ/ Titik Nur Ma'rufah)

Lamongan, NU Online Jatim

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) merupakan organisasi pelajar NU yang lahir pada 24 Februari 1954 M. Tidak sedikit pelajar yang aktif berorganisasi di IPNU menjadi lebih memiliki kemampuan di berbagai bidang. Bahkan, mantan aktivis IPNU juga banyak yang bisa menjadi orang berpengaruh di berbagai sektor.

 

Salah satunya Imam Fadli yang merupakan aktivis IPNU mulai dari Pimpinan Ranting (PR) hingga Pimpinan Pusat (PP) dan saat ini aktif di Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Sendangagung. Kini, ia sudah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lamongan.

 

Pemuda yang lahir di Lamongan pada 24 Desember 1987 itu merupakan anak dari pasangan M Alimun dan Ngatmonah yang berasal dari Semerek Sendang Agung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.

 

Imam Fadli menempuh pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) di yayasan Al-Muhatadi Sendang Agung, Paciran, Lamongan. Kemudian melanjutkan strata satu di Ilmu Politik FISIP Universitas Darul Ulum Lamongan, strata dua di Kebijakan Publik Universitas Dr Sutomo Surabaya dan strata tiga Universitas Merdeka Malang.

 

Imam Fadli menjelaskan, dirinya menjadi pengurus IPNU mulai tingkatan dasar yakni Sekretaris PR  IPNU hingga Wakil Ketua Umum PP IPNU.

 

Lebih rincinya, karir di IPNU tersebut ia mulai sejak 2002 dan pernah menjabat sebagai Ketua PR IPNU Semerek Paciran 2003-2004, Ketua PAC IPNU Paciran 2005-2006, hingga Ketua PC IPNU Lamongan 2008-2010.

 

Tak hanya itu, ia juga menjadi nakhoda Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur 2012-2015 hingga beliau menjabat sebagai Wakil ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU 2015-2018.

 

Menurutnya, pengalaman ketika di IPNU sangat banyak. Terutama pengalamanan serta pengetahuan menyeimbangkan tiga kecerdasan. Yakni intelegensi , emosional dan spiritual.

 

"Kecerdasan intelegensi dengan slogan belajar, kecerdasan emosi dengan slogan berjuang dan kecerdasan spiritual dengan slogan bertaqwa. Semua ini saya dapatkan di IPNU selama 18 tahun," ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan, berada di IPNU menjadikan dirinya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Diantaranya jaringan alumni dan sahabat, pertemanan dan persahabatan.

 

"Saya harap IPNU-IPPNU semakin perkuat di struktur, kaderisasi, suporting system (jejaring alumni) baik di eksekutif, legislatif maupun di kelompok masyarakat lainya. Karena IPNU-IPPNU itu pelajar dan santri," ungkap Fadli.

 

Sebelumnya, Fadli menjadi tenaga ahli Komisi II DPR RI. Kini, selain sebagai wakil rakyat di DPRD Lamongan, ia juga menjadi dosen di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan.

 

 

Selain memperoleh pengalaman selama di IPNU, Fadli juga mendapatkan Jodoh  yakni Nurul Aini yang merupakan kader dan juga nakhoda Piminan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lamongan pada masanya.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim