Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ingat, Nilai Akreditasi Ranting Tentukan Hak Suara dalam Konfercab Ansor

Ingat, Nilai Akreditasi Ranting Tentukan Hak Suara dalam Konfercab Ansor
Kegiatan akreditasi Pimpinan Ranting Ansor di kantor PAC Ansor Bluto, Sabtu (10/10/ 2020). (Foto : NOJ/ Habiburrahman).
Kegiatan akreditasi Pimpinan Ranting Ansor di kantor PAC Ansor Bluto, Sabtu (10/10/ 2020). (Foto : NOJ/ Habiburrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Sebagaimana kultur organisasi pada umumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor memerlukan adanya akreditasi. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kinerja GP Ansor dalam berorganisasi selama ini. Selain itu juga agar Ansor tertib secara administrasi dalam berorganisasi.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kiai Imam Haromain saat memberikan sambutan pengantar dalam acara akreditasi ranting yang diadakan oleh PC GP Ansor Sumenep, Sabtu (10/10/ 2020). Acara yang dipusatkan di Aula MWC NU Bluto tersebut juga dihadiri oleh Imam Hasyim, Abd Latif, dan Hermanto, sebagai tim asesor. Juga dihadiri oleh jajaran pengurus PAC GP Ansor Bluto dan PR GP Ansor se-Kecamatan Bluto.

 

Kiai Romin, sapaannya juga menyampaikan, Ansor itu merupakan salah satu organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia. Dan penilaian besar tidaknya organisasi tersebut bisa dilihat dari segi administrasinya.

 

"Tidak hanya katanya Ansor besar tapi terbukti dengan administrasi. Karena organisasi itu dikatakan ada karena berkegiatan, dan bukti bahwa ia benar-benar berkegiatan yaitu dengan administrasi," ungkapnya.

 

Dikatakan pula, bahwa hasil dari akreditasi tersebut akan menentukan hak suara yang akan diperoleh setiap PR ketika Konfercab yang rencananya digelar pada tanggal 24 Oktober 2020.

 

"Semoga konfercab nanti berjalan dengan lancar," harapnya.

 

Kiai Romin menjelaskan, bahwa untuk PR yang memperolah nilai A, maka ia akan mendapat dua hak suara. Sedangkan PR yang akreditasinya nilai B, maka ia hanya mendapatkan satu hak suara. Adapun PR yang nilainya C, maka ia kehilangan hak suara tapi punya hak untuk hadir dan berpendapat. Dan untuk akreditasi D akan diberikan sanksi berupa pembekuan pengurus.

 

"Hal tersebut berdasarkan Pasal 24 dalam Peraturan Organisasi (PO), tentang Akreditasi Organisasi GP Ansor," pungkasnya.

 

Seusai proses akreditasi dilakukan, Imam Hasyim memberikan arahan dan bimbingan kepada PR GP Ansor se-Kecamatan Bluto. Mengingat, beberapa ranting masih baru secara kepengurusan, dan minim dalam berkegiatan.

 

Ia menyampaikan, dalam berkegiatan tidak perlu muluk-muluk harus acara besar. Hendaknya sederhana saja, tapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

"Setiap kegiatan usahakan melibatkan masyarakat sekitar, seperti tokoh masyarakat, kepala desa, dan yang lainnya," pungkasnya.

 

Sementara itu, Rofiqi mengaku sangat senang sekali dengan adanya akreditasi. Selain itu, ia juga mengapresiasi semangat Pimpinan Ranting dalam mempersiapkan berkas administrasinya.

 

 

"Dengan adanya akreditasi ini, semoga bisa memompa semangat pengurus Ranting, yang notabene masih seumur jagung. Dan juga  belajar untuk lebih serius dalam berkhidkat di Ansor," ujarnya.

 

Sekretaris PAC GP Ansor Bluto ini juga berharap, jajaran pengurus PR semakin yakin bahwa Ansor serius dalam berorganisasi. Tidak hanya sebutannya Ansor adalah organisasi kepemudaan yang besar, tapi memang sesuai dengan fakta di lapangan.

 

"Yakni, dengan adanya akreditasi ini. Yang hal tersebut dikatakan bahwa Ansor tertib administrasi," pungkasnya.

 

Untuk diketahui, bahwa akreditasi dilaksanakan serentak di masing-masing Kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni sejak tanggal 10-11 Oktober 2020 untuk daerah daratan. Dan pada tanggal 17 Oktober untuk daerah kepulauan. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah "Menata Organisasi, Memperkuat Konsolidasi"

 

Editor : Romza

PWNU Jatim