Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pergunu Bojonegoro Minta Polres Perketat Pengawasan Pelajar

Pergunu Bojonegoro Minta Polres Perketat Pengawasan Pelajar
Prngurus PC Pergunu Kabupaten Bojonegoro saat kunjungan ke Polres setempat. (Foto: NOJ/ M Yazid).
Prngurus PC Pergunu Kabupaten Bojonegoro saat kunjungan ke Polres setempat. (Foto: NOJ/ M Yazid).

Bojonegoro, NU Online Jatim

Perhatian Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Bojonegoro terhadap pelajar tidak tanggung-tanggung. Hal itu ditunjukan dengan mendatangi Polres Bojonegoro untuk berdiskusi dan audiensi terkait kondisi pendidikan di tengah Pandemi Covid-19.

 

Ketua PC Pergunu Bojonegoro, Suprayitno mengungkapkan, dalam Pandemi Covid-19 banyak para siswa yang kondisinya di luar pantauan pihak sekolah dan orang tua. Pasalnya belajar tatap muka yang saat ini masih belum bisa dilaksanakan menjadikan banyak siswa tidak terkontrol dalam aktivitasnya.

 

"Tidak sedikit siswa yang berada di warung kopi, tempat nongkrong dan lain-lainya. Hal tersebut menjadikan saat belajar melalui daring tidak maksimal dan bahkan banyak yang tertinggal," ungkapnyaa, Selasa (02/02/2021).

 

Warga Desa Sarirejo Kecamatan Balen itu mencontohkan, saat ini banyak siswa yang berdalih belajar daring dan mencari tempat wifi. Namun kenyataanya banyak siswa yang malah asyik nongkrong di warung kopi. Hal tersebut menjadikan banyak pelajaran yang tertinggal.

 

Dalam kesempatan itu, Pergunu juga mendiskusikan banyak hal perihal situasi pandemi yang baru pertama kali dialami serta memberikan dampak terhadap pendidikan. Program belajar dari rumah tentu tidak memiliki efektivitas yang sama, apalagi tidak ada sebuah kontrol kepada para siswa.

 

"Pergunu semakin khawatir, lantaran tidak hanya siang saja, tidak sedikit siswa yang berada di warung sampai malam hari. Sehingga, Pergunu meminta bantuan kepada pihak kepolisian agar memberikan pendisiplinan terhadap siswa, apalagi di tengah Pandemi Covid-19 yang dapat mempengaruhi kondisi sikap serta psikologi anak," terangnya.

 

Pak Yit, panggilan Suprayitno menambahkan, Pergunu juga mengusulkan kepada Polres Bojonegoro untuk melakukan operasi penertiban di cafe/warung kopi, tempat play stasion ataupun tempat nongkrong lainnya yang buka waktu proses belajar daring, antara pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB untuk mengantisipasi siswa yang membolos.

 

Serta meminta pihak Polres melakukan pemantauan kurikulum yang mengarah pada radikalisme, karena disinyalir ada sekolah dasar yang masih memutarkan video perang atau jihad.

 

"PC Pergunu Bojonegoro juga siap menjadi mitra Polres dalam rangka membendung lahirnya aliran radikal yang sedang di infiltrasikan (disusupkan) dalam kurikulum pendidikan," imbuhnya.

 

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia menyambut positif silaturrahim para guru Nahdliyin. Kapolres mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pergunu saat pandemi terhadap generasi bangsa. Sehingga dengan bersinergi dapat membantu pendidikan di Bojonegoro, dan pihak Polres akan membantu upaya anak tetap menjaga tugas dan kewajiban sebagai murid sekolah meskipun dalam kondisi belajar di rumah.

 

"Anak-anak adalah masa depan bangsa yang menjadi kewajiban kita semua, tidak hanya guru tetapi juga kewajiban Polri untuk mengawasi serta melakukan penertiban terhadap anak-anak saat melalui batas seperti jam malam namun masih nongkrong dan lainnya," papar Kapolres Eva.

 

 

Terkait penyampaian adanya anak-anak yang mulai candu dengan Warkop dan main game, pihak Polres Bojonegoro akan semaksimal mungkin membantu para guru dalam menjaga murid yang saat ini belum belajar tatap muka. Sehingga tidak ada lagi pelajar yang melanggar protokol kesehatan maupun berkeliaran saat jam belajar mengajar secara daring itu.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim