• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Tokoh

3 Ulama Pesantren dan Pegiat NU Penyandang Gelar Pahlawan Nasional

3 Ulama Pesantren dan Pegiat NU Penyandang Gelar Pahlawan Nasional
Ada 3 ulama pesantren dan pegiat NU yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. (Foto: NOJ/KLr)
Ada 3 ulama pesantren dan pegiat NU yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. (Foto: NOJ/KLr)

Saat memasuki bulan Agustus, bangsa Indonesia diingatkan kiprah para pahlawan nasional. Di antara mereka adalah ulama dan pegiat pesantren dan Nahdlatul Ulama yang akhirnya menyandang gelar pahlawan nasional.


Setelah 3 ulama pertama, berikut nama lainnya yang juga layak diketahui khalayak. Terutama bagaimana kiprah singkat mereka sehingga layak menyandang gelar pahlawan nasional.


1. KH Zainal Musthafa

KH Zainal Musthafa merupakan tokoh NU dari Tasikmalaya, pernah menjadi salah seorang Wakil Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 


Dirinya adalah salah seorang kiai yang secara terang-terangan melawan para penjajah Belanda. Ketika Belanda lengser dan diganti penjajah Jepang, tetap menolak kehadiran mereka. Bersama para santrinya mengadakan perang dengan Jepang. 


Atas jasanya ia dianugerahi sebagai pahlawan nasional pada1972.  


2. KH Idham Chalid

Kiai ini pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR. 


Selain sebagai politikus, ia merupakan Ketua Umum PBNU pada tahun 1956-1984. Hingga saat ini merupakan ketua umum paling lama di ormas bentukan para kiai ini. 


Atas jasanya, ia ditetapkan sebagai pahlawan pada 8 November 2011. Kemudian pada 19 Desember 2016, Pemerintah mengabadikannya di pecahan uang kertas rupiah baru, pecahan Rp 5 ribu. 


3. KH Abdul Wahab Chasbullah

Kiai Wahab merupakan salah seorang pendiri NU. Sebelumnya, pendiri kelompok diskusi Tashwirul Afkar (pergolakan pemikiran), pendiri Madrasah Nahdlatul Wathan (kebangkitan negeri), pendiri Nahdlatut Tujjar (kebangkitan pedagang). 


Sejak 1924, mengusulkan agar dibentuk perhimpunan ulama untuk melindungi kepentingan kaum tradisionalis yang bermazhab. Usulannya terwujud dengan mendirikan NU pada 1926 bersama kiai-kiai lain. 


Dikenal juga sebagai salah seorang penggagas Majelis Islam a'la Indonesia atau MIAI dan sebagai Rais ‘Aam PBNU. Dan kiai yang wafat pada 29 Desember 1971 itu mendapatkan gelar pahlawan pada 8 November 2014. 

 

Beberapa kial pesantren dan ulama akan disebutkan kembali. Mereka mendapatkan gelar pahlawan nasional karena kiprah dan dedikasinya bagi masa depan bangsa. 

 


Editor:

Tokoh Terbaru