Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Begini Cara PKPT IPNU-IPPNU UNU Blitar Tingkatkan Potensi Kader

Begini Cara PKPT IPNU-IPPNU UNU Blitar Tingkatkan Potensi Kader
Kegiatan Pelatihan Public Speaking yang diadakan PKPT IPNU-IPPNU UNU Blitar, Ahad (06/12/2020). (Foto: NOJ/ Ika Nur Fitriani).
Kegiatan Pelatihan Public Speaking yang diadakan PKPT IPNU-IPPNU UNU Blitar, Ahad (06/12/2020). (Foto: NOJ/ Ika Nur Fitriani).

Blitar, NU Online Jatim

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengadakan pelatihan ‘Public Speaking’, Ahad (06/12/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat PKPT IPNU-IPPNU UNU Blitar.

 

Acara yang diikuti 20 peserta ini mengambil tema "Meningkatkan Kualitas Kader PKPT Melalui Public Speaking" diharapkan bisa memberikan wadah yang baik untuk meningkatkan potensi kader PKPT UNU Blitar.

 

"Adanya kegiatan ini dapat meningkatkan potensi para kader yang ada di PKPT. Karena dengan public speaking yang baik nanti akan mempermudah koordinasi antar anggota sehingga dapat lebih mudah untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu dengan public speaking yang baik dapat menambah tingkat kepercayaan diri kita saat di depan umum," kata Kusnul Fatimah, Ketua IPPNU UNU Blitar.

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNU Blitar, Izzuddin berpesan Public Speaking saja tidak cukup. Namun, perlu diimbangi dengan ilmu pengetahuan. Seperti sebuah kutipan dari HOS Cokroaminoto yang disampaikan kepada Soekarno, bicaralah seperti orator dan menulislah seperti wartawan.

 

Pelatihan public speaking ini menghadirkan  Zulia Khoirun Nisa', dosen muda  UNU Blitar sekaligus Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UNU Blitar. Selain diberikan materi dasar tentang Public Speaking, peserta juga dilatih untuk praktek langsung dengan bahan yang sudah mereka bawa dari rumah. Seperti teks Master of Ceremony (MC), pidato, atau bahkan ada yang langsung memaparkan kesimpulan dari materi yang telah disampaikan. Peserta cukup aktif dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib.

 

"Selain melatih kepercayaan diri, kita juga perlu banyak membaca. Karena sangat pentingnya membaca wahyu pertama pun berbunyi iqro' (bacalah). Dan perbanyaklah jam terbang, jangan pernah menolak kesempatan dan jangan kapok untuk terus berproses," pesan pemateri di akhir kegiatan.

 

Penulis: Ika Nur Fitriani

Editor: Romza

F1 Promosi Iklan