Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

LAZISNU Sampang Bantu Rizal yang Rawat Keluarganya Seorang Diri

LAZISNU Sampang Bantu Rizal yang Rawat Keluarganya Seorang Diri
Rizal (baju pramuka) bersama kakek dan kakaknya saat menerima bantuan. (Foto: NOJ/mi)
Rizal (baju pramuka) bersama kakek dan kakaknya saat menerima bantuan. (Foto: NOJ/mi)

Sampang, NU Online Jatim

Rizal Saputra, seorang anak berusia 12 tahun yang berjuang merawat kakeknya yang renta dan kakaknya yang lumpuh seorang diri. Rizal merawat sendiri anggota keluarganya sejak ibunya pergi meninggalkannya, dan menitipkan Rizal serta kakaknya yang lumpuh di rumah kakeknya yang berlokasi di Desa Angsokah, Omben, Sampang. Sampai saat ini tidak diketahui keberadaan dan kabar ibunya. Sementara, ayah Rizal meninggal sejak 2018 lalu.

 

Hal ini mencuri perhatian NU Care-LAZISNU Sampang. Rizal mendapatkan bantuan dari NU Care-LAZISNU Sampang berupa beras 15 kilogram, gula 5 kilogram, minyak goreng 7 kilogram, dan mie instan 1 kardus.

 

Ketua NU Care-LAZISNU Sampang, Zainuddin mengatakan bahwa program ini sebagai upaya kepedulian Nahdlatul Ulama (NU) terhadap umat.

 

“Bantuan ini untuk meringankan beban Rizal yang merawat kakaknya yang lumpuh dan kakeknya yang renta,” katanya pada Kamis (03/12/2020).

 

Dirinya juga berharap, beban yang menimpa Rizal ini dapat menggugah hati para donatur dan instansi terkait untuk dapat membantu Rizal.

 

“Kami berharap banyak dermawan yang membantu Rizal. Dan mohon pasrtisipasi dari pemerintah untuk memperhatikan nasib Rizal,” terangnya.

 

Sementara itu, Rizal mengucapkan terima kasih kepada NU Care-LAZISNU Sampang atas bantuan  yang telah diterimanya.

 

“Saya berterima kasih kepada NU Care-LAZISNU Sampang dan para donatur yang telah memberi bantuan,” ujarnya.

 

Rizal berharap, ibunya bisa kembali berkumpul bersama keluarga lagi.

 

“Saya hanya ingin ibu kembali dan bisa berkumpul bersama lagi,” pungkasnya.

PWNU Jatim Harlah